Si Parasit Lajang: Seks, Sketsa, & Cerita

Books 749 Comment
Si Parasit Lajang Seks Sketsa Cerita is a Kindle sekali lagi ayu utami terjebak dengan kekuatan sekaligus kelemahannya ketrampilannya berbahasa atau kengototannya hal ini membuat ayu kebabla

Si Parasit Lajang: Seks, Sketsa, & Cerita is a Kindle sekali lagi, ayu utami terjebak dengan kekuatan sekaligus kelemahannya: ketrampilannya berbahasa -atau kengototannya?- hal ini membuat ayu kebablasan, lupa mengolah pikiran-pikiran besar yang ada di buku ini. hanya terasa sensasional-nya. anomali-nya. cuma greget di tidak gentarnya ayu menulis sesuatu yang beda.pernikahan itu pikiran besar. dunia yang puitis. penuh ambigusitas. penyatuan tubuh dalam dunia rekaan peristiwa. tubuh yang bahagia dan tubuh yang tak bahagia. melebihi dari sekedar teks dan keputusan-keputusan.memilih menikah adalah mengabdikan diri ke lubang masalah. memilih tidak menikah adalah pengecut karena tidak mau berhadapan dengan masalah. jadi, sama-sama keputusan yang tidak menyenangkan. saran saya: hanya ada satu kata: nekat! tuhan bersama orang-orang yang nekat. duh, apa sih yang saya omongkan. semoga kau baik-baik saja di sana.gieb.. Jika perkawinan ibarat pasar, orang orang yang memutuskan tidak menikah sesungguhnya mengurangi pasokan istri seperti OPEC mengatur suplai minyak Saya percaya berkeluarga itu bagus untuk orang lain.. A viral Kindle Si Parasit Lajang: Seks, Sketsa, & Cerita Kawan,pernahkah kamu tiba-tiba tertarik secara seksual dengan orang yang telah lama menjadi teman? Lalu, berpikir untuk ciuman bahkan tidur dengannya suatu hari untuk bertemu lagi esoknya seolah tak pernah terjadi apa-apa? (hal.102)Membaca kumpulan esai Ayu Utami ini, saya serasa ngobrol dengan seorang kenalan baru yang mendukung pendapat dan sikap saya tentang perkawinan, seks, agama, gender, kehidupan sosial, sastra...Dan saya ingin segera menjadikan kenalan baru itu sebagai sahabat sehati.Saat saya pertama kali memproklamirkan tentang pilihan saya untuk tidak menikah di depan tiga orang sahabat saya yang jomblo-jomblo, reaksi mereka berbeda-beda. Yang satu tampak tenang-tenang saja. Yang satu lagi berseru kaget, "Gila lu! Emang elu udah gak doyan cowok?" (Padahal, saya sama sekali tidak mengatakan bahwa saya sudah emoh sama cowok . Saya cuma bilang bahwa saya tidak ingin menikah. Kedua hal tersebut sangat berbeda bukan?) Dan sahabat yang terakhir berkata, "Weeeh...kamu mau ikutan Ayu (Utami) ya?"Rupanya, bagi sahabat saya itu, Ayu Utami bukan saja terkenal sebagai penulis novel Saman dan Larung, tetapi juga sebagai seorang (perempuan) yang tidak menikah. Sebuah pilihan sikap yang mungkin masih dianggap aneh di negeri ini sehingga lalu jadi mengundang perhatian. Apalagi buat Ayu yang terkenal itu. Sampai-sampai dalam sebuah wawancara televisi perihal novel terbarunya, ia lebih banyak ditanya soal tidak menikahnya itu daripada tentang novelnya.Pengalaman Ayu yang seringkali mendapatkan pertanyaan-pertanyaan soal mengapa tidak menikah itu juga menimpa saya. Setiap kali saya bilang bahwa saya tidak menikah, pastilah orang tersebut (bisa teman lama atau kenalan baru) akan merespons dengan senyum dan ucapan, "Ah..jangan bilang tidak. Mungkin cuma belum waktunya saja" Itu cuma salah satu kisah yang ditulis Ayu dalam buku yang diberi judul "Si Parasit Lajang" ini. Melalui penuturan kejadian-kejadian yang pernah dialaminya, Ayu melemparkan opini-opininya ke tengah publik pembacanya dengan gaya yang cuek dan ringan namun tetap kritis. Sebagai anak muda yang juga turut merasakan era MTV, ia dengan santainya menulis mulai dari soal kondom, agama, politik, seks sampai Pramoedya (Ananta Toer, tentu saja). Bahasanya lugas dengan pilihan kalimat-kalimat cerdas yang enak dibaca (dan perlu. Emangnya TEMPO?). Seluruh tulisan dalam Si Parasit Lajang ini adalah esai-esainya yang pernah dimuat di majalah djakarta! (yang kemudian berganti nama menjadi JAKARTA-JAKARTA) tahun 1998-2003. Ayu juga membuat sendiri ilustrasi untuk bukunya ini. Cewek lajang ini memang memiliki multi talenta.Dan teman-teman, walaupun saya juga memilih tidak menikah, sumpah, itu bukan karena ikut-ikutan Ayu lo!
Si Parasit Lajang Seks, Sketsa, Cerita by Ayu Utami Saman may be Ayu s popular and critically acclaimed book, but I find Si Parasit Lajang interesting It s all sarcastic, witty, hilarious very entertaining, yet is very sharp in portraying the everyday challenges of being a single Indonesian woman. Si Parasit Lajang Indonesian Edition Utami, Ayu Nov , Si Parasit Lajang adalah cewek kelas menengah kota Kelas ini konon paling terdikte oleh kapitalisme Tapi, kumpulan kolom ini, yang ditulis dalam rentang sepuluh tahun lebih, menunjukkan bahwa orang juga bisa bersikap kritis bahkan sambil tetap berada dalam lingkup kehidupan kapitalistis. Si Parasit Lajang by Ayu Utami BABYRABZ Sep , The latest impressive book that I read was Si Parasit Lajang or translated to The Single Parasite by Ayu Utami I ve read her other book before, but that was classified as literature which was really tiring to follow This one is of an autobiography, part of a trilogy. Si Parasit Lajang Halaman Kompasiana Si Parasit Lajang adalah cewek kelas menengah kota Kelas konon paling terdikte oleh kapitalisme Tapi, kumpulan kolom ini, yang ditulis dalam rentang tahun, menunjukkan bahwa orang juga bisa bersikap kritis bahkan sambil tetap berada dalam lingkup kapitalistis.

About Author

  • Ayu Utami Post author

    Justina Ayu Utami atau hanya Ayu Utami lahir di Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968 adalah aktivis jurnalis dan novelis Indonesia, ia besar di Jakarta dan menamatkan kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan DR Tak lama setelah penutupan Tempo, Editor dan Detik pada masa Orde Baru, ia ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen yang memprotes pembredelan Kini ia bekerja di jurnal kebudayaan Kalam dan di Teater Utan Kayu Novelnya yang pertama, Saman, mendapatkan sambutan dari berbagai kritikus dan dianggap memberikan warna baru dalam sastra Indonesia.Ayu dikenal sebagai novelis sejak novelnya Saman memenangi sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta 1998 Dalam waktu tiga tahun Saman terjual 55 ribu eksemplar Berkat Saman pula, Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Prince Claus Fund, sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag, yang mempunyai misi mendukung dan memajukan kegiatan di bidang budaya dan pembangunan Akhir 2001, ia meluncurkan novel Larung.

One thought on “Si Parasit Lajang: Seks, Sketsa, & Cerita

  • sekali lagi, ayu utami terjebak dengan kekuatan sekaligus kelemahannya ketrampilannya berbahasa atau kengototannya hal ini membuat ayu kebablasan, lupa mengolah pikiran pikiran besar yang ada di buku ini hanya terasa sensasional nya anomali nya cuma greget di tidak gentarnya ayu menulis sesuatu yang bedarnikahan itu pikiran besar dunia yang puitis penuh ambigusitas penyatuan tubuh dalam dunia rekaan peristiwa tubuh yang bahagia dan tubuh yang tak bahagia melebihi dari sekedar teks dan keputusan [...]


  • Kawan,pernahkah kamu tiba tiba tertarik secara seksual dengan orang yang telah lama menjadi teman Lalu, berpikir untuk ciuman bahkan tidur dengannya suatu hari untuk bertemu lagi esoknya seolah tak pernah terjadi apa apa hal.102 Membaca kumpulan esai Ayu Utami ini, saya serasa ngobrol dengan seorang kenalan baru yang mendukung pendapat dan sikap saya tentang perkawinan, seks, agama, gender, kehidupan sosial, sastraDan saya ingin segera menjadikan kenalan baru itu sebagai sahabat sehati.Saat saya [...]


  • Saya teringat seorang teman Dia pria, sudah menikah, dan sudah punya pacar lagi Si pacar mau bersetubuh dengan dia tetapi dia hanya mau jika mereka menikah Pacar itu jadi istri keduanya Saya bilang, Kenapa tidak berzinah saja Ia jawab, Nanti Tuhan menangis Saya katakan lagi, Kenapa kamu memilih menyakiti istrimu, pihak yang lemah, ketimbang menyakiti Tuhan, yang sudah begitu kuat Hlm 177 Semua tulisan disini membuat saya jadi pendengar, saya sulit diam di dunia nyata namun saya bisa jadi pendeng [...]


  • Ini buku ketiga milik Ayu utami yang saya bacaentah kenapa, saya tidak pernah suka dan menyetujui dengan apa yang dia tulis Meski ini bku ketiga, bukan berarti saya menyukai tulisannya monoton Selalu bercerita tentang Sex, perempuan, kebebasan badaniah dll Menurut saya, Ayu Utami seperti salah mengerti dengan definisi Feminisme Tapi, memang nyatanya, sebagian besar perempuan di Indonesia memang salah mengartikan arti dari feminisme.Dan ayu utami menunjukkan kesalah mengertiannya itu dengan cerit [...]


  • Si Parasit Mashokis Sebagai korban kapitalisme, saya bukan orang yang serta merta membenci kapitalisme dengan mengidentikkannya dengan hegemoni Barat dan patriarkal Kapitalisme minus monopoli sejajar dengan demokrasi dalam banyak segi sebuah sistem yang di sana publik diperhitungkan Ayu Utami, Barbie, Barbie, Barbie Saya mendapati buku itu di malam pertama tarawih Seperti kebanyakan mahasiswa rantau yang berumah tak terlalu jauh, saya pulang untuk munggahan di rumah orang tua Begitu saya memasuk [...]


  • Aku suka tulisan Ayu Utami Banyak juga temanku yang tidak suka Kebanyakan malah laki laki Aku curiga, jangan jangan mereka menjadi merasa bodoh karena Ayu banyak menuliskan dominasi perempuan sebagai tokohnya Eh, yang sangat mendominasi di Saman, sih Beberapa orang yang banyak membaca itu tidak suka tulisan Ayu di sini karena dianggap terlalu vulgar Menurut aku tingkat vulgarnya biasa biasa aja, sih Yang dituliskan kejujuran, namun tidak genit Ia mengutarakan apa yang ada di kepalanya, dari sudu [...]


  • Terlepas dari sependapat atau tidak saya dengan pikiran pikiran Ayu Utami, tapi saya akui buku ini memang bagus Buku ini berisi kritik budaya yang dikemas sederhana, dominan dalam bentuk pragmatis dan melahirkan humor yang unik karena tidak semua bisa menikmatinya.Saya tidak kaget ketika begitu banyak kosakata vulgar muncul Salah satu dosen favorit saya bilang bahwa Ayu Utami adalah golongan Sastrawan Madzab Selangkangan SMS Jadi, memang tiap kata yang dipilihnya pasti sesuai dengan yang ingin d [...]


  • Saya benar benar terhibur dengan buku ini Tak gampang bagi saya untuk memberi rating 5 pada sebuah buku, tapi buku ini sungguh bagus sampai saya selalu bawa kemanapun agar bisa curi curi membacanya.Buku ini bercerita tentang pikiran pikiran seorang Ayu Utami, yang berpusat pada banyak hal ketidak inginan untuk menikah Satu inti cerita yang bercabang pada banyak cerita, banyak teori, banyak opini.Saya merasa enjoy membaca buku ini Maknanya dalam sekali, tapi membacanya seringan baca cerpen di maj [...]


  • Pada usia dua puluhan Ayu Utami memutuskan bahwa menikah itu bukanlah pilihannya Saya pada usia dua puluhan tepatnya pada tanggal 13 Maret tempo lalu juga memutuskan sesuatu yang penting bukan tidak menikah ya, kalau itu ya jelas saya mau banget yakni saya memilih untuk tetap menjadi staf yang gak penting seperti ini sampai tua, maksud saya sampai pensiun Sekilas info, saya satu korps dengan alm ayahnya Ayu Utami Saya tidak akan membahas kenapa Ayu Utami memilih tidak menikah sampai undang undan [...]


  • Kenapa 2 bintang Apa bagusnya Pemikiran pemikiran Ayu Utami, saya mengakui, emang kritis, masuk akal, kadang mind blowing Dan beliau percaya dan memegang teguh pemikirannya Buat saya yang lemah, ga punya ketegasan, gampang kepengaruh, dan plin plan begini, sosok wanita kayak Ayu Utami terlihat sangat berani dan kuat.Apa jeleknya Hmm Selera sih ya Mungkin buat beberapa orang, alesan keenggasukaan saya sama buku ini justru dibilang alasan kenapa buku ini bagus Apalagi saya sadar diri kalo saya ini [...]


  • kumpulan esai ringan yang enak dibaca, tapi dijamin sekarang ayu utami pastilah punya pandangan yang berbeda karena sudah tak lagi lajang yang menarik adalah petikan kalimat di salah satu esai dalam buku ini, kalau nanti saya jadi perawan tua, saya tidak mau jadi perempuan yang judes, yang iri melihat perempuan muda yang cantik D Ayu ter stigmatisasi


  • buku lama yang diterbitkan ulang ini dibaca oleh perempuan baik lajang maupun yang tidak untuk bisa memahami bahwa, lahir dan mati adalah proses biologis sedangkan pernikahan adalah proses konstruksi sosial kita, yang memutuskan menikah, ada dalam konstruksi itu cinta ya boleh lah D referensi


  • Buku ini sangat ringan untuk dibaca, dan banyak topik yang hanya menyuarakan protes dari seorang AA terhadap konstruksi sosial bernama pernikahan Sebuah tema yang semestinya bisa lebih digali dan tidak dipersempit dengan pembagian bab ke bab yang terdiri dari 5 6 halaman.





  • Ini buku paling nyeleneh yg pernah gw baca honestly bukan gaya gw banget cuman reading buddy an sama temen SMA dan terpilihlah buku inii buku yang menceritakan diri sendiri jarang bisa menarik perhatian gw termasuk buku ini bukan kenapa, cuman masalah selera aja dan jelas, isi review inipun sesuai dengan selera saya gw mencoba untuk tetap menikmati dan membaca buku ini, 3 bab terakhir gw hampir menyerah karena memang isi bukunya tak jauh dari isi dalam celana mungkin bagi gw hal seperti ini tabu [...]


  • buku ini menceritakan tentang keseharian ayu utami pengalaman dia sebagai penulis, dan sebagai cewek yang cerdik, kritikus, namun juga sangat asyik dunia tidak sesempit yang dibayangkan dia bersama teman temannya mampu menjelajah dunia bagian eropa berkat tulisan tulisan seperti sastra karakter buku yang sangat inspiratif untuk mendobrak kekakuan dan kejumudan pemikiran masyarakat yang penakut terhadap kenyataan, atau yang masih trauma dengan masa penjajahan berpikir positif ke depan dangan meme [...]


  • Mungkin karena udah baca dulu buku yang kedua dan ketiganya Cerita Cinta Enrico dan Pengakuan Eks Parasit Lajang saya melihat keseluruhan novel ini sangat kurang sarat kisahnya pendekatan penulisann terlalu menenkankan pandangan penulis dengan dunia sosialnya terutama buah pikirnya mengenai keengganan menikah.Tentu berbeda dengan kedua novel setelahnya ini adalah novel trilogi saya anggap telah banyak mmenyisipkan kisah kehidupan yang tentu secara emosional lebih mengundang pembaca untuk ikut be [...]


  • Bukunya lucu kalau dibaca santai, gak boleh terperangkap dengan norma norma sosial yang ada, gak boleh dibentrokkan dengan pikiran kita sendiri Benar benar harus mengosongkan pendapat, maka yang tampak adalah kelucuannya sekaligus mengingatkan pada pertanyaan pertanyaan lugu kita sendiri yang pernah tercetus namun tampaknya naif sehingga sering kali kita abaikan atau kita lupakan, bahkan kita marahi otak kita karena pertanyaan seperti itu muncul Pertanyaan naif itu muncul di dalam buku ini secar [...]


  • Sukaaaa pake sekali Ibarat isi hati dan pikiran lagi dibaca oleh si saman dan pasca penerawangan dituangkanlah semuanya itu dalam novel Si Parasit Lajang.Ctrl C lalu Ctrl V Sesimpel itu Kalo katanya Om Carlos Zaf n, tiap buku itu ada jiwanya, jiwa si penulis dan jiwa si pembaca Nahhh Aku menemukan jiwa ku dalam buku ini Sebuah utopia dimana hanya ada aku dan dunia aksiomaku.


  • Awalnya saya tahu tentang Ayu Utami dari salah satu kawan semasa kuliah yg menjadikan trilogi novel ini menjadi kajian tugas akhirnya Setelah selesai membaca novel ini pun tanpa disadari saya sepaham dengan Ayu Utami, dan novel ini tidak hanya mengajak saya untuk merenungkan tentang emansipasi dan persamaan gender tetapi juga bagaimana kontruksi sosial yang selama ini tumbuh di masyarakat menjadi alat untuk mengatur kehidupan seseorang tanpa disadari oleh dirinya sendiri


  • Brilliant and courageous Contains ways to counter your older relatives when they ask you Should you getting married now or Don t say you re NOT getting married, but you re NOT YET getting married, in a clever way I should ve read this book first rather than the translated, bland version of Ayu Utami s Saman, or else my first impression to her works will be so much different than it was Looking forward to her Pengakuan Eks Parasit Lajang.


  • I think it s the best masterpiece from Ayu Utami How I love when she bring urban problem, feminism issue and unusual type of love story to this book And yes, I have that kind of love hate prespective when I read it, sort of guilty pleasure between heart and mind




  • Sebenarnya 3,5 tapi saya bulatkan ke atas karena tulisan tulisan A dalam buku ini telah mengajarkan pada saya bagaimana berpikir kritis dan out of the box, sekaligus rasional dan filosofis.Saya tidak ingin menghakimi atau mempermasalahkan apakah Ayu Utami salah memahami feminisme, maupun tentang femisnisme itu sendiri, karena saya memang belum paham sepenuhnya seperti apa hakiki feminisme Menurut saya, tidaklah bijaksana jika seorang pembaca menilai sebuah buku berdasarkan ketidakpahamannya, apa [...]



  • Dari buku buku AU Ayu Utami yang pernah saya baca, sumprit ini tulisannya yg bisa saya baca sambil makan kwaci dan minum susu, bahkan sambil ngeden di toilet Buku Bilangan Fu, misalnya, seperti mengharuskan saya untuk hanya duduk dan membaca Artinya, saya butuh konsen untuk membaca Tidak dapat dilakukan sambil makan kwaci dan minum susu, apalagi ngeden di toilet Begitu juga Larung.Banyak yang bilang dalam buku ini AU terlalu ngotot mempertahankan feminisme nya dia sehingga ia salah kaprah dan ju [...]


  • Tak bisa diungkapkan dengan sebuah plot, tapi Si Parasit Lajang tak ayal menelanjangi setiap pemikiran tabu dari para masyarakat urbanis Sebagai A, Ayu Utami seorang katolik yang gemar mengkritik tak ubahnya menyelipkan cercahan pikiran ke dalam lembaran kertas Kadang lucu, kadang satir, tapi memang lebih banyak satir dan mencibir Feminis, mungkin bisa jadi, tapi terkadang apatis Seperti khalayak mungkin tak sepenuhnya tahu bagaimana pangkal dan hilir dari keberadaan film biru, sebagaimana kepin [...]


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *