Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi

Books 100 Comment
The best Melihat Api Bekerja Kumpulan Puisi By M Aan Mansyur

The best Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi By M. Aan Mansyur is a Ebook Hujan Rintih rintih 2005 Perempuan, Rumah Kenangan 2007 Aku Hendak Pindah Rumah 2008 Cinta yang Marah 2009 Tokoh tokoh yang Melawan Kita Dalam Satu Cerita 2012 Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini 2012 Kukila 2012 Kepalaku Kantor Paling Sibuk di Dunia 2014 Melihat Api Bekerja 2015. Aku benci berada di antara orang orang yang bahagia Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata kata mereka tidak mengatakan apa apa Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik baik saja Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.Aku senang berada di antara orang orang yang patah hati Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berAku benci berada di antara orang orang yang bahagia Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata kata mereka tidak mengatakan apa apa Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik baik saja Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.Aku senang berada di antara orang orang yang patah hati Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya Mereka tahu apa yang mereka cari Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri Menikmati Akhir Pekan Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan demi penghayatan atas keindahan dongengnya Sapardi Djoko Damono. Good Books Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi SAJAK-SAJAK TENTANG ORANG KOTA YANG TAK PUNYA WAKTU MEMBACA SAJAK“The book to read is not the one that thinks for you but the one which makes you think.”─Harper LeeDALAM menciptakan puisi, kata penyair Abdul Hadi, seorang pengarang yang lihai menggantungkan diri pada tiga hal dasar: “intelektualitasnya”, “pengetahuannya yang luas”, dan “ketrampilannya dalam bahasa”. Ada dua lagi yang penting setelah itu, yaitu “kontemplasi” dan “aksi”. Saat mengingat kembali soal itu, pada waktu yang hampir bersamaan, ingatan saya terpaut dengan puisi Bermain Petak Umpet dari buku kumpulan puisi Melihat Api Bekerja:Kututup mataku di depan, atau barangkali di belakang, pohon mangga dan menghitung satu dua tiga empat lambat hingga sepuluh. Kubiarkan kau berlari, menemukan jarak, dan tempat sembunyi. Ketika kau sudah aman, kucari kau sambil bernyanyi. Kutahu, di suatu tempat, kau cemas menunggu.Puisi di atas membuat saya bertanya, mungkin, untuk pembaca lainnya: apakah dengan sekali membaca (melalui media apa saja) orang lantas segera menyimpulkannya sebagai puisi, dan bukan cerita pendek, atau potongan sebuah novel?Puisi modern sebagai salah satu jenis kesusastraan memang berbeda dengan drama, cerpen, atau novel. Tapi dalam perkembangannya, perbedaan itu semakin sulit dikenali. Apalagi dalam buku kumpulan puisi Melihat Api Bekerja karangan M. Aan Mansyur yang terbit tahun 2015. Orang-orang sampai mengatakan: puisi modern berhenti sebagai puisi ketika larik dan baitnya disusun sedemikian rupa sehingga tak bisa dibedakan dari berita koran, cerpen, atau potongan novel. Seperti yang dikatakan Sapardi Djoko Damono dalam kata pengantar buku, pendapat itu belum tentu benar. Dalam buku Melihat Api Bekerja, puisi seakan lepas dari pengkotakan yang mendasarkan bentuk puisi pada wujud visual (yang berbentuk bait) atau peraturan bunyi (seperti rima yang sama); dan tetap saja namanya puisi─puisi-puisi yang seperti cerita pendek, atau dongeng, atau hal serupa itu yang tetap bermakna dan meninggalkan kesan ketika dibaca.●●●Seperti terlihat dalam sajak berikut, puisi Aan adalah gabungan dari kontemplasi dan aksi dari kemahirannya berbahasa:Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuhi anak kecil dalam diri mereka.Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.Puisi Menikmati Akhir Pekan yang bentuknya mirip prosa liris di atas telah menimbulkan “gangguan batin” (meminjam kata Hamsad Rangkuti) yang terus-menerus dalam pikiran saya. Kontemplasi-kontemplasinya mengerucut pada sikap keheranan terhadap orang-orang bahagia yang barangkali tidak sadar bahwa mereka tengah menipu diri mereka sendiri. Serupa dengan potongan puisi Pameran Foto Keluarga Paling Bahagia, Aan seperti meyakinkan pada kita untuk “tidak percaya kepada orang-orang yang senang memamerkan kebahagiaan keluarga mereka”. Sebab dalam hidup ini selalu ada alasan untuk tidak terus tertawa. Hidup bukan lelucon, tulis Aan dalam Sejam Sebelum Matahari Tidak Jadi Tenggelam. Pengulangan-pengulangan suasana untuk berhati-hati terhadap kebahagiaan dalam puisi-puisi itu membuat saya bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat kita tidak bisa selalu tertawa. Bukankah kehidupan sehari-hari kita adalah bangun pagi, mandi, memakai pakaian yang bagus, dan tidak keluar rumah untuk menyerahkan diri pada siksa peluru atau lain-lain yang tidak lucu?Bagi Aan, jawabannya cukup banyak. Orang hanya menjadi bahagia karena atau ketika mereka tengah tidak peduli pada yang lain: pada orang-orang yang pergi dan tak pernah pulang lagi, pada derita orang yang terusir dari rumah sendiri, atau barangkali, misalnya, pada bayi-bayi yatim piatu. Dengan kata lain, kumpulan puisi Melihat Api Bekerja menampakkan adanya pergumulan antara “aku” dan “yang lain” yang menderita. “Aku” dalam diri Aan “merasuk dan merasakan dada” orang lain atau miliknya sendiri dan bergelut dalam puisi. Saya kira semangat semacam itu sudah ada semenjak awal ketika Aan mengutip kalimat Pramoedya Ananta Toer, Mahmoud Darwish, dan Milan Kundera yang bermuara pada sikap hati-hati terhadap kesenangan dan kebahagiaan di halaman sebelum kata pengantar. ●●●Di hadapan puisi Aan, saya tidak merasa asing. Mengapa? Barangkali karena pergumulan dalam sajak-sajak Aan adalah pergumulan orang kota. Seperti dapat kita lihat, sebagian puisi-puisi Aan adalah bait-bait kegelisahan seorang penyair yang mengacu pada pengalaman konkrit kehidupan manusia di kota. Ia menyampaikan obyek kegelisahannya dengan tidak langsung menyatakan latar kota, tapi juga tidak terlalu rumit dipahami untuk mengenalinya sebagai kota: ruang bermain yang hilang, pagar-pagar tinggi rumah tetangga yang menandakan kecurigaan terhadap sekitar (dalam Melihat Api Bekerja), kemacetan (Menjadi Kemacetan), atau hari-hari kerja yang tak kenal pagi dan malam (Memimpikan Hari Libur). Puisi-puisi yang menggambarkan perasaan batin seseorang yang pahit atau tersiksa pun mengambil latar kota. Kita bisa menilainya dari pemakaian kata “kafe” untuk seseorang yang tengah patah hati dalam Menyimak Musik di Kafe, kata “jas” dalam Seorang Lelaki dan Binatang-binatang yang Hidup dalam Jasnya, atau kata “tinggal di kota” dalam puisi Surat Pendek buat Ibu di Kampung yang menggambarkan seseorang tersiksa di dalam perantauannya (ia menuliskan bahwa tinggal di kota adalah “hukuman”).Dengan demikian, sajak-sajak Aan sebagiannya adalah sajak tentang orang-orang kota yang seringkali “tak punya waktu membaca sajak”.●●●Yang juga menarik adalah bahwa puisi-puisi Aan memperlihatkan sikap membiarkan atau menikmati kesedihan. Kesedihan bukanlah kesalahan atau dosa. Puisi Aku Menunggu di Kantukmu, misalnya, menunjukkan gambaran simpati terhadap “kelelahan”, “kesedihan”, “kesepian”, dan “kecemasan”. Hal-hal seperti patah hati (Menyimak Musik di Kafe, Kau Membakarku Berkali-kali), sakit (Jika Aku Sakit), dan rindu (Surat Pendek buat Ibu di Kampung, Pulang ke Dapur Ibu) tidak perlu dihindari. Bahkan di tangan Aan semuanya terkendali.Ada pesan bahwa manusia kota berusaha bertahan dari segala kesulitan, menyelaminya, atau terus menyala seperti api: kita boleh kalah, tapi tidak boleh menyerah. Kesedihan, patah hati, rindu yang menyiksa, bukanlah lawan dari kehidupan─justru itulah kehidupan. Penderitaan-penderitaan itu, kalau kita masih bisa menyebutnya begitu, memberi ketajaman dan kesegaran terhadap hidup. Saya kutip sajak Memastikan Kematian: Akan selalu kutemukan diriku bersedih dan jatuh cinta kepada laut yang memisahkan diri dari puisi dan orang-orang kota yang gemar berlibur. Aku mengajari diriku berenang dan menjadi kuat.Mungkin sajak tidak akan menjadi jalan keluar semua kesedihan dan kecemasan manusia. Toh, Aan sudah mengatakan pada kita bahwa puisi tidak bisa menghindarkan kita dari kemacetan kota, atau menjadi senjata untuk membunuh atasan kita yang rewel. Puisi, meminjam bait dalam Menyunting Sajak Untukmu, bahkan “tidak tahu cara menjatuhkan negara yang paling lemah sekalipun”. Mungkin yang indah dari puisi adalah, misalnya, bahwa ia bisa memaknai pengalaman cinta yang melukai kita berkali-kali sebagai sebuah kebahagiaan.Bagi saya, Aan telah berhasil menyatukan yang “sedih dan menarik” sekaligus ke dalam puisi, menjadikannya puisi yang ”halus dan berbahaya seperti masa lalu di benak pendendam”.

About Author

  • M. Aan Mansyur Post author

    Hujan Rintih rintih 2005 Perempuan, Rumah Kenangan 2007 Aku Hendak Pindah Rumah 2008 Cinta yang Marah 2009 Tokoh tokoh yang Melawan Kita Dalam Satu Cerita 2012 Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini 2012 Kukila 2012 Kepalaku Kantor Paling Sibuk di Dunia 2014 Melihat Api Bekerja 2015

One thought on “Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi

  • SAJAK SAJAK TENTANG ORANG KOTA YANG TAK PUNYA WAKTU MEMBACA SAJAK The book to read is not the one that thinks for you but the one which makes you think Harper LeeDALAM menciptakan puisi, kata penyair Abdul Hadi, seorang pengarang yang lihai menggantungkan diri pada tiga hal dasar intelektualitasnya , pengetahuannya yang luas , dan ketrampilannya dalam bahasa Ada dua lagi yang penting setelah itu, yaitu kontemplasi dan aksi Saat mengingat kembali soal itu, pada waktu yang hampir bersamaan, ingata [...]


  • Barangkali hal patah hati, sepi dan rindu itu agak indah di mata penulis orang yang patah hati itu jujur dan berbahaya , katanya Kisah kisah dongeng dalam nada bermetafora, seakan menonton drama di hujung minggu.Banyak sekali kata kata penulis yang saya gemar Cintaku kepadanya melampaui jangkauan kata Aku cuma mampu mengecupkannya dengan mata Aku ingin diam diam mencintainya seperti benda kecil yang sengaja menjatuhkan diri dan berharap tidak pernah ditemukan Jika mimpi datang, aku ingin jadi je [...]


  • Masih ingat kan sama konsep tekanan yang kita pelajari di fisika waktu SMP Tekana berbanding lurus dengan gaya dan berbanding terbalik dengan luas bidang permukaan yang dikenai gaya tersebut Nah, makin sempit luas bidang permukaan yang menderita gaya, maka semakin besar tekanannya Entah mengapa teori tentang tekanan itu melintas di fikiran saya saat membaca puisi puisi dalam buku ini Saya merasakan gaya yang kuat ketika membaca puisi puisi yang pendek, yang hanya terdiri dua tiga bait Bag saya, [...]


  • Dia meninggalkanmu agar bisa selalu mengingatmu Dia akan pulang untuk membuktikan mana yang lebih kuat, langit atau matamu Menenangkan Rindu Jika kau ingin mengucapkan selamat tinggal, lakukan seperti matahari tenggelam, kataku kepada diri sendiri.Sampai ketemu besok pagi Lagi Kepada Kesedihan Aku senang berada di antara orang orang yang patah hati Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya Mereka tahu apa yang mereka cari Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri Menikmati Akhir [...]


  • Puisi puisi yang baik dan indah Prosa kegemaranku Aku tidak percaya kepada orang orang yang senang memamerkan kebahagiaan keluarga mereka Hiburan dan liburan Pakaian dan kota kota asing Senyuman, pelukan dan berlembar lembar foto keluarga Mereka kaca buram yang mudah pecah Buah buahan yang tidak dikupas Barang barang mewah yang takut ketinggian Ketika kesedihan menyentuh hidup mereka, semesta adalah kesalahan


  • aku senang berada di antara orang orang yang patah hati mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya mereka tahu apa yang mereka cari mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri menikmati akhir pekan, hlm 125 suka sama kata kata dan yang jelas gambar di dalamnyarlu waktu lama untuk menemukan lagi buku ini, dengan dalih pernah dipinjam seseorang yang belum sempat saya tanyakan cintakah aku padamu.


  • Yang paling kusuka Menenangkan Rindu, Sejam Sebelum Matahari Tidak Jadi Tenggelam, Menikmati Akhir Pekan, Menyimak Musik di Kafe, dan Melihat Api Bekerja DTerima kasih untuk untaian katanya yang indah.Hm, dan terima kasih juga untuk kamu.Iya, kamu.


  • Aku bukanlah tipikal orang yang bisa membaca dan memaknai puisi Aku percaya kalau indahnya puisi terletak pada apa yang tersirat, bukan yang tersurat Namun, yang namanya rasa penasaran ternyata tidak bisa dibendung juga Nama Aan Mansyur belakangan menjadi ramai diperbincangkan karena didapuk menjadi penulis puisi untuk sekuel Ada Apa Dengan Cinta resensi lengkapAku tidak bisa memberi saran kali ini Harga bukunya memang tidak mahal Nama Aan pun aku rasa sudah bisa menjadi jaminan akan kualitas tu [...]


  • sempat ketemu Aan sewaktu minum pagiaku harus masuk ke ruang merokok nah itu dia Aan yang santai bersahaja Orang kuat MIWF 2016 anak lokal yang aku kagum Aku jadi terfikir gimana sih dia bisa ketemu ayat ayat kayak gitu s a poem but it s not, it s a prose yet it s sounds poeticlasnya aku kagum banget foreword dari penyajak veteran itu juga sangt mengagumkan Ianya seolah olah kelas mini bagaimanana menulis sajak telus.All the best Aan Masyur to come from you setelah Tidak Ada New York hari iniaba [...]


  • Puisi ibarat kumpulan udara yang menyesakkan paru parumu hingga meluap Meledak dan memenuhimu dengan euforia dan ketenangan yang maha hebat Sama seperti membaca tulisan tulisan Aan di sini, membuat saya merindu sekaligus takut kehabisan waktu menikmati tiap kalimatnya.



  • Aku lebih suka dengan buku puisi M Aan Mansyur ini berbanding buku yang sebelum.Puisi puisi yang ditulis terasa senang duduk di celah hati Ada beberapa puisi yang buat hati terjentik Tambahan lagi dengan lukisan lukisan yang diletak sama di dalam naskah ini, menambahkan lagi mood untuk mendalami perasaan buku ini.Owhh ya, aku juga ada ketemu dengan M Aan Mansyur sewaktu PBAKL yang lalu sila cemburu Pendek kata, aku suka dengan buku ni.Titik



  • Buku Aan yang kedua saya baca selepas Kepalaku Kantor paling sibuk di dunia Kali ini, puisi puisi Aan tampil berbeza daripada yang lepas, berbentuk seakan akan prosa atau mungkin prosa puisi selain daripada susunan yang kemas dan grafik, saya menyukai judul judul puisi yang disertakan Namanya cukup romantis Langit dan Laut di Timor, Sejam sebelum matahari tidak jadi tenggelam, Jalan yang berkali kali kau tempuh, Kau membakarku berkali kali, dll Saya bukanlah peminat puisi, jadi saya agak sukar u [...]


  • bila aku bisa terlahir kembali, aku ingin terlahir sebagai puisi di halaman halaman buku ini barangkali sebagian diriku menjadi ilustrasi ilustrasi indah yang mendampingi puisi puisi itu.Aan Mansyur menyihir dengan puisi yang bukan seperti Sapardi, bukan pula seperti penyair angkatan 45, tetapi ia penyair yang lahir di era kebahagian adalah kebohongan, kebohongan adalah kebodohan membunuh anak kecil dalam dirimu sendiri, sendiri adalah lagu paling sedih, sedih adalah guratan takdirmu dan ibumu, [...]


  • Beberapa orang bilang Buku yang bagus adalah buku yang bisa membuatmu berpikir dan ingin menulis Dalam syarat semacam itu, buku ini benar benar bagus menurut saya Barangkali karena sudah terlampau lama tidak membaca kata kata berima, saya kesulitan mencerna isi buku ini Atau juga karena saya terlalu banyak berpikir tentang maksud buku ini hingga lupa menikmati puisinya Yang jelas, ini adalah buku Aan Mansyur pertama yang saya baca dan saya menikmati tiap cerita dalam puisi puisinya Ilustrasi di [...]


  • Bacanya udah lama banget, lupa di rate di sini DSaya bukan penikmat puisi, bacanya pun kadang cuma buat gaya gayaan p malah saya pernah diledek temen saya yang penggila puisi sastra, pas tau saya beli Hujan Bulan Juni cuma buat pamer di socmed x Tapi saya akui kalau puisi puisi di dalam buku ini feels nya nyampe ke saya, meski banyak juga yang bikin dahi saya berkerut.Yang terfavorit, puisi yang berjudul Menikmati Akhir Pekan.



  • indah sekali buku puisi ini.puisinya, hurufnya, gambarnya, tata letaknya, warnanyangingatkanku pada semua semuanyambuatku resah entah pada lelaki yang mana hahaha.




  • Sialan kau Aan Mansyur Sialan Membaca puisi puisinya membuat saya merasa begitu pedih Pedih Tapi pedih ini membahagiakan Entahlah Tapi memang begitu.Setiap kali hendak membaca satu bait, saya menarik nafas dalam dalam Siap siap ditikam Siap siap dikoyak sajak sajaknya Dan meski sudah bersiap siap, tetap saja saya harus berkali kali memegangi dada lagi dan lagi.Membuat diri sendiri sedih ternyata sangat menyenangkan Kurang ajar kau Aan Mansyur Kurang Ajar Sebetulnya bukunya tipis Hanya berisi sek [...]


  • Membaca Melihat Api Bekerja karya M Aan Mansyur serasa membaca kumpulan cerita yang dipuisikan, dengan kalimat kalimat serta kata kata sambung yang sering kali dipecah pecah secara sembarangan demi memunculkan rima yang teratur Dalam setiap puisinya, Aan menarasikan bukan hanya perenungan dan perasaan, tetapi juga kritik dan sindiran terhadap hal hal yang bisa jadi kita anggap biasa saja dan tidak perlu dipermasalahkan Layaknya buah karya seniman pada umumnya, Melihat Api Bekerja, jika boleh din [...]




  • Aku tidak ingin mendengar kabarpemakamanmu Biar tubuhkudan seluruh isinya yang tercuri.Hiduplah kau Melihat Peta, halaman 37Aku sudah lama mengidam idamkan untuk memiliki buku ini, lama sekali sejak ia dirilis Sekarang aku sudah mentuntaskannya Sejujurnya, aku terpana dalam ketidakmengertian.Buku ini berisi 54 puisi Jika kau membandingkannya dengan Tidak Ada New York Hari Ini, maka sesungguhnya kau sedang melakukan sebuah kesalahan Sajak sajak dalam buku ini menjadi seseorang yang asing sekali E [...]


  • Nanti malam, aku tak mau menutup mata jendela Akan aku biarkan ia menatap mata bulan, tempat barangkali kau menitip rahasia.Sementara yang menetap di luar aku, segalanya dendammu Memendam dendam, kata ibuku, seperti meminum segelas racun dengan harapan membunuh orang lain.Aku tidak ingin mendengar kabar pemakamanmu Biar tubuhku dan seluruh isinya yang tercuri Hiduplah kau.Resensi selengkapnya bisa dibacadi sini


  • Pertama kali bertemu Aan waktu masih jadi mahasiswa Dapet undangan bedah buku Aan di Ultimus, Bandung Masih inget waktu dia cerita, orang Bandung langsung memanggil namanya tanpa harus berkenalan Aa, bade ka mana Tanpa huruf n penulis buku ini memang sudah terkenal di Bandung Semenjak pertemuan itu menjadi pembaca setianya, sampai pada buku ini Sederhana dan membekas.Sukses terus, Aa.


  • Pertama kali baca kumpulan puisi kayak gini dan aku jadi jatuh cinta Puisi dan ilustrasinya saling melengkapi Keren banget Berikut kutipan dari salah satu puisi di Melihat Api Bekerja yang mewakili perasaanku setelah membaca kumpulan puisi ini Puisi adalah pasangan bercinta yang kasar kadang seperti perkelahian yang menggairahkan Ada kalanya puisi seperti cinta Tidak tahu di mana harus berhenti.


  • Kadang harus malu dia akuiTak sepenuhnya dia bisa memahami arti sebuah puisiTapi harus lega dia akuiDibalik rasa malu itu terungkap sebuah rasa geloraJiwa terasa lain saat dia menyerap puisi yang rasanya tak ia pahami seutuhnyaRasanya dia harus membawa buku buku puisi lain


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *